Gandeng ICMI, KADIN Kabupaten Malang Dorong Sektor UMKM dan Pertanian

MALANG, INDIKATORINDONESIA.CO.ID — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Malang mulai membuka ruang kolaborasi strategis dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Malang. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah, mulai dari pengembangan UMKM hingga sektor pertanian.

 

Peluang kolaborasi itu mengemuka setelah pelantikan Pengurus ICMI Kabupaten Malang periode 2026–2031. Ketua KADIN Kabupaten Malang, Prof. Dr. Bambang Suryanto, MBA., Ph.D., melihat adanya irisan kuat antara dunia usaha, kalangan cendekiawan dan sektor produktif masyarakat.

 

Terlebih, sejumlah anggota KADIN juga masuk dalam struktur kepengurusan ICMI Kabupaten Malang. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal awal untuk membangun program bersama yang lebih konkret.

 

Dalam sambutannya, Bupati Malang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada jajaran pengurus ICMI Kabupaten Malang yang baru dilantik. Beliau berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Bupati Malang juga mengenang keterlibatannya dalam ICMI sejak era 1990-an, ketika organisasi tersebut berada di bawah kepemimpinan almarhum B.J. Habibie dan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman.

 

Salah satu titik temu tersebut berada pada sosok Makhrus Sholeh, yang baru dilantik sebagai Ketua ICMI Kabupaten Malang. Makhrus juga merupakan bagian dari KADIN Kabupaten Malang sekaligus dipercaya memimpin HKTI Kabupaten Malang.

 

Irisan tersebut membuka peluang penguatan kerja sama antara sektor usaha dan pertanian. KADIN dapat mendorong aspek bisnis dan pengembangan pasar, sementara potensi intelektual dan jejaring ICMI dapat diarahkan untuk memperkuat konsep maupun program.

 

“Dengan pelantikan ICMI Kabupaten Malang ini, ke depan bisa berkolaborasi dengan KADIN. Karena anggota KADIN juga ada beberapa yang menjadi pengurus ICMI,” ujar Bambang.

 

KADIN Jadi Penghubung Dunia Usaha

 

Bambang menegaskan, kolaborasi tersebut tidak sekadar diarahkan pada forum diskusi. KADIN ingin mendorong agar gagasan yang lahir dari pertemuan berbagai elemen tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Posisi KADIN sebagai wadah dunia usaha dinilai dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha, pemerintah, UMKM, petani dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

 

“Ke depan akan bisa kita bahas bersama Ketua ICMI, membahas lebih detail program apa yang bisa kita kolaborasikan agar selaras dengan Pemerintah Kabupaten Malang,” kata Bambang.

 

UMKM Jadi Salah Satu Bidikan

 

Pengembangan UMKM menjadi salah satu sektor yang berpotensi masuk dalam agenda kolaborasi.

 

Bagi KADIN Kabupaten Malang, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui kegiatan pelatihan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pasar, jejaring bisnis, peningkatan kualitas produk serta pengembangan nilai tambah.

 

“ICMI harus bangkit menggerakkan ekonomi. Tidak hanya memberi bantuan, tetapi bagaimana memberi kail supaya mereka bisa bekerja,” tegasnya. Bupati Malang menjelaskan, tantangan pembangunan Kabupaten Malang masih cukup besar, salah satunya berkaitan dengan kemiskinan. Saat ini, tingkat kemiskinan di Kabupaten Malang tercatat sekitar 8,6 persen atau setara dengan kurang lebih 236.000 jiwa.

Karena itu, Beliau mendorong ICMI tidak berhenti pada kegiatan sosial, tetapi turut melahirkan gagasan dan inovasi yang mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan produktivitas masyarakat. Salah satu langkah yang tengah didorong Pemkab Malang adalah pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan Universitas Kepanjen dalam penyaluran tenaga kerja terampil ke Jepang.

 

Program tersebut ditargetkan mampu mengirimkan hingga 1.000 tenaga kerja ahli pada 2027. ”Ini bagian dari upaya kita membuka kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Malang,” jelasnya. Selain pengembangan tenaga kerja, Bupati Malang juga mencontohkan Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, sebagai salah satu desa yang mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan di tingkat lokal.

 

Beliau berharap model-model pemberdayaan semacam itu dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan potensi masing-masing daerah. Lebih jauh, Bupati Malang mengajak para pakar, akademisi dan cendekiawan yang tergabung dalam ICMI untuk berkolaborasi langsung dengan perangkat daerah. Menurutnya, kekuatan ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik akan semakin berdampak apabila dipadukan dengan program pembangunan pemerintah.

 

“Kami ingin di buah-buahan ini penting sekali. Seperti buah durian, buah alpukat, ini kan di banyak negara lain enggak ada. Nah, ini yang akan kita genjot karena nilai ekonominya tinggi,” ujar Makhrus.

 

Pengembangan sektor tersebut tidak hanya menyangkut peningkatan produksi. KADIN melihat peluang yang lebih luas, termasuk penguatan rantai usaha, pengolahan produk, pemasaran hingga peningkatan nilai tambah bagi petani.

 

Dukungan pemerintah daerah berupa bibit, pupuk maupun infrastruktur irigasi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pengembangan sektor pertanian.

 

KADIN Tekankan Aksi Nyata

 

Bagi KADIN Kabupaten Malang, ukuran keberhasilan kolaborasi bukan berhenti pada kesepakatan di atas kertas. Program yang disusun harus memiliki sasaran, pelaksana dan target yang jelas.

 

Hal tersebut sejalan dengan pandangan Makhrus setelah dirinya dilantik sebagai Ketua ICMI Kabupaten Malang. Ia menyebut ICMI akan segera melakukan rapat koordinasi untuk menghimpun berbagai gagasan dari pengurus yang berasal dari unsur tokoh agama, akademisi, pendidikan hingga dunia usaha.

 

Durian dan alpukat menjadi contoh komoditas yang akan dikaji lebih lanjut. Bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan bersama petani dan berbagai pihak sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Makhrus menegaskan, keberadaan ICMI harus berujung pada manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Organisasi tidak ingin berhenti pada diskusi dan rekomendasi tanpa tindak lanjut.

 

“Harapannya keberadaan ICMI benar-benar memberikan manfaat. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi yang lain. Jangan mencari manfaat atau memanfaatkan orang lain, tetapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat,” pungkasnya

(FA//ZP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *