SURABAYA, IndikatorIndonesia.co.id – Semangat hidup sehat dan kebersamaan mewarnai gelaran Fun Run IHGMA 2026 di kawasan Ex Sutoz, Jalan Hayam Wuruk No. 6, Surabaya, Minggu (11/10/2026). Sekitar 1.000 pelari ambil bagian dalam kegiatan lari sejauh 5 kilometer (5K) yang tidak hanya mengajak masyarakat aktif bergerak, tetapi juga mendekatkan industri perhotelan dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang diinisiasi Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pelaku industri perhotelan, komunitas olahraga, dan masyarakat luas. Melalui olahraga, IHGMA ingin menunjukkan bahwa industri perhotelan tidak sebatas menyediakan kamar dan layanan bagi tamu, tetapi juga dapat berkontribusi dalam kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.
Ketua DPD IHGMA Jawa Timur, Sugito Turwibowo, CHIA, yang akrab disapa Bowo, menjelaskan bahwa olahraga memiliki daya tarik untuk menyatukan berbagai kalangan sekaligus membuka peluang pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.
Menurutnya, Surabaya menjadi lokasi strategis untuk menggelar kegiatan tersebut karena memiliki potensi besar dalam penyelenggaraan berbagai aktivitas publik, termasuk olahraga lari yang semakin diminati masyarakat.
“Melalui IHGMA Run ini, kami ingin lebih memperkenalkan IHGMA sebagai asosiasi profesi yang profesional, berintegritas, dan memiliki jaringan yang kuat. Kami juga ingin menunjukkan bahwa hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi bisa hadir dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Bowo.
1.000 Pelari Ramaikan Kategori 5K
Antusiasme peserta menjadi salah satu daya tarik Fun Run IHGMA 2026. Sebanyak sekitar 1.000 pelari mengikuti kategori 5K yang dipilih sebagai satu-satunya kategori jarak dalam penyelenggaraan tahun ini.
Panitia tidak membuka kategori 10K dan 21K dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, serta pengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan lari lainnya.
Dengan format tersebut, kegiatan diharapkan berlangsung lebih terfokus dan memberikan pengalaman berlari yang menyenangkan bagi peserta dari berbagai kalangan.
Panitia juga menyediakan fasilitas race village dan layanan penitipan tas sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga peserta dapat mempersiapkan diri dan mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman.
Konsep ini sekaligus membawa pesan bahwa olahraga tidak harus selalu identik dengan kompetisi berat. Aktivitas lari dapat menjadi pilihan sederhana untuk menjaga kebugaran, membangun kebiasaan sehat, sekaligus memperluas pertemanan.
Hotel Dituntut Lebih Dekat dengan Masyarakat
Di balik semarak kegiatan olahraga tersebut, Fun Run IHGMA 2026 juga membawa pesan strategis bagi industri perhotelan di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis.
Bowo menilai, promosi dan pemasaran hotel perlu dilakukan secara lebih aktif dan kreatif. Pelaku industri tidak cukup hanya mengandalkan promosi kamar, restoran, atau fasilitas lainnya, tetapi juga perlu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang relevan dengan kebutuhan publik.
“Industri perhotelan harus lebih agresif dalam promosi dan marketing. Hubungan antara hotel dan masyarakat sangat erat. Karena itu, hotel perlu hadir di berbagai lini kegiatan masyarakat dan menunjukkan kontribusi nyata,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan publik dapat menjadi peluang bagi hotel untuk memperkenalkan layanan, membangun citra positif, memperluas jaringan bisnis, serta menjalin hubungan dengan calon pelanggan secara lebih natural.
Selain itu, kegiatan seperti Fun Run berpotensi membuka ruang kolaborasi antara hotel, komunitas olahraga, pelaku usaha, dan sektor pariwisata. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan industri sekaligus menghadirkan aktivitas yang menarik bagi masyarakat.

Diproyeksikan Menjadi Agenda Tahunan
IHGMA berharap Fun Run dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. Tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga bersama, acara ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara industri perhotelan dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pariwisata.
Rangkaian kegiatan IHGMA di Surabaya juga akan berlanjut melalui seminar yang dijadwalkan pada 15 Oktober 2026. Seminar tersebut akan membahas tren pasar, terutama perkembangan industri perhotelan, sebagai upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan pelaku industri dalam menghadapi perubahan kebutuhan pasar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IHGMA ingin mendorong industri perhotelan agar semakin adaptif, aktif membangun jejaring, dan mampu mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat.
Fun Run IHGMA 2026 pun menjadi salah satu cara untuk menyatukan dua tujuan sekaligus: mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dan mendorong industri perhotelan agar semakin dekat, terbuka, serta relevan dengan kehidupan masyarakat. (Nadya)










