Jakarta,IndikatorIndinesia.Co.id-Presiden ICMA Indonesia Prof. Dr. Ana Sopanah S, SE., M.SI., AK., CA., CMA., melantik pengurus ICMA yang dilakukan secara Hybrid yang di hadiri oleh Seluruh Pengurus dan Dewan Penasehat. Bertempat di Hotel Ciputra Jakarta pelatikan juga di barengkan dengan agenda Rapat Kerja Tahun 2026. Dalam sambutannya President CMA berpesan
“Saya ingin ICMA Indonesia menjadi rumah bersama bagi para profesional akuntansi manajemen di Indonesia. Rumah yang bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat untuk belajar, berkembang, berjejaring, berkolaborasi, dan memberikan dampak.”ungkapnya Sabtu 29 Agustus 2026.
“ICMA Indonesia harus menjadi organisasi yang profesional, modern, inklusif, transparan, dan berdampak nyata bagi dunia usaha, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat empat agenda strategis yang akan menjadi arah perjalanan ICMA Indonesia Periode 2026–2029″lanjutnya
Pertama, memperluas dan memperkuat keanggotaan ICMA Indonesia.
Kita akan membangun jaringan ICMA yang lebih luas di berbagai wilayah Indonesia.
Kita akan memperkuat regional chapter dan membangun kemitraan strategis dengan perguruan tinggi, perusahaan, pemerintah, organisasi profesi, dan berbagai institusi lainnya.
Kedua, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota.
Dunia bisnis berubah sangat cepat. Digitalisasi, artificial intelligence, sustainability, globalisasi, dan perubahan model bisnis menuntut seorang profesional akuntansi manajemen untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ketiga, memperkuat kolaborasi internasional.
Sebagai bagian dari jaringan ICMA Australia, kita memiliki kesempatan yang sangat besar untuk membawa profesional Indonesia terhubung dengan dunia internasional.
Kita akan memperluas international networking, knowledge sharing, collaborative research, serta membuka lebih banyak peluang bagi anggota ICMA Indonesia untuk belajar dan berkembang dalam lingkungan profesional global.
Keempat, membangun organisasi yang modern, transparan, dan berdampak.
Kita akan mendorong digital transformation, tata kelola organisasi yang baik, komunikasi yang terbuka, pelayanan anggota yang profesional, serta pengelolaan organisasi yang akuntabel.
Organisasi yang besar bukan hanya diukur dari jumlah anggotanya, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada anggotanya dan masyarakat. President tidak dapat bekerja sendirian, tetapi membutuhan dukungan semua pengurus dan anggota. Mari bekerja bersama untuk mewujudkan Mimpi Bersama Bahwa ICMA Indonesia menjadi Organisasi Besar di Bidang Akuntansi Khususnya Akuntansi Manajemen.
(Nadya)












