Keren ! Kreatifitas Oim Lanni Mahasiswa Wamena, Kenalkan Budaya Sembari Berbisnis

Lapak Sirih Pinang Milir Oim Lanni di Sebelah Barat Gerbang Masuk UNITRI, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, Jumat (30/06/2023), (Foto: Jab/IMN.

INDIKATORMalang, Kreatifitas dan Ide gemilang oleh Oim Lanni, Mahasiswa asal Distrik Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya Papua, Provinsi Papua patut diacungi jempol, Jumat (30/06/2023).

Pasalnya, dibalik kesibukan Oim dalam menjalankan aktivitas perkuliahan, dirinya turut merintis usaha sekaligus memperkenalkan budaya makan sirih pinang yang jarang dilakukan oleh Mahasiswa Papua di Kota Malang.

Mahasiswa Wamena ini saat ditemui media pada, Selasa (27/06/2023) di lapak tempat ia berjualan sirih pinang di sebelah barat pintu gerbang Universitas Tribuana Tunggadewi (UNITRI), Kelurahan Tlogomas, Kota Malang mengaku, awal mula ia memulai usaha jualan sirih pinang ini hanya sebatas untuk penggalangan dana organisasi mahasiswa daerahnya.

“Usaha ini dimulai pada bulan Maret tahun 2022 lalu. Awalnya usaha ini hanya penggalangan dana untuk Organisasi Mahasiswa saja. Tapi, ternyata jualan saya diminati oleh teman-teman mahasiswa papua dan dari NTT sehingga saya lanjut terus berjualan sirih pinang setelah kegiatan Orda terlaksana,” kata Oim.

Harga sirih pinang yang dijual Oim Lanni ini sangat terjangkau dan cukup faritif. Untuk sirih pinang dan ditambah dengan kapur dijual dengan harga terendah Lima Ribu Rupiah hingga harga tertinggi hanya Dua Puluh Ribu Rupiah.

“Untuk omset jualan sirih pinang ini kalau ramai pembelinya, bisa mencapai Rp. 500.000 per- hari. Tapi kalau sepi pembeli ya hanya sekitar Rp. 200. 000 saja,” terangnya.

Terkait waktunya berjualan sirih pinang ini, Oim menyesuaikannya dengan waktu perkuliahannya.

“Perioritas saya tetap kuliah. Jadi, saya buka saat tidak ada jadwal perkuliahan. Misalnya kalau lagi tidak ada aktivitas kuliah, maka saya buka dari pagi sampai sore. Begitu juga sebaliknya, kalau ada jadwal kuliah berarti saya baru bisa buka setelah mengikuti perkuliahan,” Jelas pemilik lapak sirih pinang berambut gimbal ini.

Usaha berjualan sirih pinang milik Oim ini mulai dirintis dengan modal Lima Ratus Ribu Rupiah serta untuk sirih dan kapur, pemilik lapak sirih pinang ini datangkan langsung dari Wamena.

“Kalau sirih sama kapur, saya datangkan langsung dari Wamena. Kalau untuk pinang, saya beli dari Ibu-Ibu di Pasar,” beber interpreneur muda Papua ini.

Oim juga menghimbau kepada mahasiswa khususnya dari Indonesia Timur agar dapat terus menyalurkan Ide kreatifnya termasuk dalam lini usaha.

“Kita disini harusnya tida hanya sebatas kuliah saja. Tapi kita juga harus berpikir untuk tetap bertahan di akhir bulan saat dompet mulai menipis. Selain itu, tentu sebagai pemuda yang datang dari luar pulau jawa, alangkah menariknya jika kita bisa berbagi wawasan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kita kepada masyarakat di Jawa,” singkat Oim.

Perlu diketahui, tradisi makan sirih pinang adalah tradisi saling menyuguhkan sirih dan pinang kemudian dikunyah (dimakan) secara bersama, baik oleh yang menyuguhkan maupun oleh yang disuguhi sirih dan pinang tersebut. Suguhan tersebut tidak memandang asal- usul, suku, ras dan agama.

Selai  itu, beberapa jurnal menyebutkan Sirih Pinang adalah simbol pemersatu anggota suku dan praktik berbagai bentuk komunikasi yang memiliki nilai dan makna dalam keluarga dan persahabatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *