PELITA dan Warga Malang Gelar Aksi Damai Tolak Gerakan Pro-OPM

Massa Aksi dari Perkumpulan PELITA dan Warga Malang saat Aksi Solidaritas Rakyat Mendukung Pancasila Untuk NKRI, Minggu (06/12/2024), (Foto: istimewa).

INDIKATORMalang, Perkumpulan Pelindung Tanah Air (Pelita) bersama warga Malang Raya menggelar aksi damai untuk menolak gerakan-gerakan yang mendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Bumi Arema.

Aksi ini digelar sebagai respons terhadap klaim 1 Desember sebagai hari kemerdekaan Papua oleh kelompok separatis, yang dianggap sebagai tindakan makar dan ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu (01/12/2024).

Ketua Umum Pelita R.M. Hasto Merdeka, pada kesempatan ini menyampaikan bahwa NKRI adalah warisan luhur yang harus dijaga hingga titik darah penghabisan. Ia menyoroti adanya gerakan dari kelompok mahasiswa Papua, seperti Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), yang diduga berupaya memecah belah bangsa.

“Papua adalah bagian utuh dari NKRI yang harus dipertahankan. Kami akan membela kehormatan bangsa dari ancaman gerakan separatis ini,” tegas Hasto.

Senada dengan Hasto, pendiri Pelita sekaligus koordinator lapangan aksi, Damanhurh Jab, mengkritik adanya mahasiswa Papua yang dianggap mendukung tindakan makar. Ia menyayangkan tindakan provokatif yang mencoreng kesatuan bangsa, meskipun negara telah memberikan berbagai fasilitas, termasuk beasiswa pendidikan.

“Kami mencintai rakyat Papua. Namun, tindakan mereka yang meneriakkan kemerdekaan Papua adalah penghinaan besar terhadap NKRI. Kami mendukung penegakan hukum terhadap setiap aksi yang mengarah pada makar”, ujar Jab.

 

Aksi ini juga menyoroti kondisi di Papua, yang dinilai tidak kondusif akibat tindakan kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Para peserta aksi mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas terhadap KKB dan para pendukungnya.

Tuntutan PELITA dan Warga Malang:

1. Mendukung TNI/Polri dalam memberantas separatis dan KKB di Papua.
2. Menangkap anggota KKB OPM, hidup atau mati.
3. Menangkap mahasiswa Papua yang menyuarakan kemerdekaan Papua dan membawa atribut separatis.
4. Melanjutkan program transmigrasi dan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk kesejahteraan Papua.
5. Mencabut beasiswa mahasiswa Papua yang mendukung separatisme dan memulangkan mereka.
6. Menutup asrama-asrama Papua yang digunakan untuk doktrinasi separatis.
7. Memastikan NKRI tidak kalah oleh gerakan separatis atau kelompok yang merongrong kedaulatan bangsa.

Massa Aksi dari Perkumpulan PELITA dan Warga Malang saat Aksi Solidaritas Rakyat Mendukung Pancasila Untuk NKRI, Minggu (06/12/2024), (Foto: istimewa).

Melalui aksi ini, PELITA dan warga Malang menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, dan Kapolri untuk menjaga keutuhan NKRI dari Sabang hingga Merauke. Mereka menegaskan bahwa gerakan separatis dan dukungan terhadapnya tidak boleh dibiarkan tumbuh di wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *