MALANG – Siswa SD Negeri Girimoyo 1 Karangploso mengikuti kegiatan pameran seni kriya tekstil dan sandang bertajuk Jelang Julang #5 yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus pengenalan seni batik kepada peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti workshop membatik bersama perajin Batik Blimbing. Mereka mendapatkan pengenalan mengenai alat dan bahan batik tulis, termasuk penggunaan canting sebagai alat untuk menggambar di atas kain menggunakan malam panas sebagai perintang warna.
Peserta dikenalkan teknik dasar membatik, mulai dari cara memegang canting, posisi duduk, teknik menggoreskan malam pada kain, hingga proses pewarnaan. Setelah proses pewarnaan, kain dikunci warnanya menggunakan larutan waterglass selama beberapa jam sebelum melalui tahap pelorodan untuk menghilangkan lapisan malam. Kain kemudian dikeringkan tanpa paparan sinar matahari langsung agar warna tetap terjaga.
Guru pendamping SDN Girimoyo 1, Nanik, mengatakan kegiatan tersebut memberi pengalaman langsung bagi siswa dalam mengenal budaya membatik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak bisa belajar langsung proses membatik, tidak hanya teori di kelas. Mereka juga terlihat antusias mengikuti setiap tahap,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan perajin Batik Blimbing, Ima, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan mengenalkan batik sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa batik adalah warisan budaya yang perlu dijaga. Dengan praktik langsung, mereka bisa merasakan proses kreatifnya,” katanya.
Selain mengikuti workshop, siswa juga menampilkan pertunjukan seni dalam rangkaian acara. Sebanyak 12 siswa dari total 55 peserta membawakan Tari Damar Mesunar dan Tari Kecak.
Guru pendamping lainnya, Iza, menilai partisipasi siswa dalam kegiatan seni menjadi bagian penting dalam pengembangan kreativitas.
“Ini tahun kedua kami mengikuti kegiatan ini. Selain belajar keterampilan, anak-anak juga mendapat pengalaman tampil di depan publik yang membangun kepercayaan diri,” tuturnya.
Kegiatan tahunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kreativitas siswa sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap seni budaya, khususnya batik sebagai warisan budaya Indonesia.












