Kelola Sampah Sekolah hingga Pantau Karbon Desa, Peneliti UMM Wujudkan Solusi Ekologis di Malang

MALANG – Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) internal bagi dua tim peneliti yang berhasil lolos pendanaan program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) berskema Living Lab dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober, langkah strategis ini ditujukan untuk membedah dua aspek utama pelaksanaan program kelayakan substansi dan ketertiban laporan keuangan.

Sekretaris LPPM UMM sekaligus Reviewer, Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT. Ph.D. IPM., menegaskan bahwa evaluasi komprehensif ini dilakukan agar selaras dengan standar mutu pusat. Dalam pelaksanaannya, LPPM UMM turut menggandeng jajaran Satuan Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Badan Pengawasan Intern (BPI).

“Penilaian substansi ditangani langsung oleh reviewer nasional, sementara aspek keuangan ditinjau secara mendetail hingga ke tingkat kelengkapan bukti transaksi kegiatan,” terangnya.

Tidak hanya memeriksa dokumen kemajuan di atas kertas, LPPM UMM juga menerjunkan tim reviewer untuk melakukan monev lapangan secara langsung. Kunjungan ini bertujuan memvalidasi kesesuaian antara draf laporan dengan realisasi riil di lokasi pengabdian masing-masing tim. Kedua program yang ditinjau memiliki fokus yang kuat pada penyelesaian isu lingkungan dan keberlanjutan.

Kedua program pengabdian yang ditinjau memiliki fokus kuat pada penyelesaian isu lingkungan. Program pertama dipimpin oleh Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd., mengusung inovasi “Smart STEM-Numeracy Living Lab untuk Pendidikan Dasar Berdaya”. Program edukasi ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang dan Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Malang, menyasar SDU Permata Mulia, SD Muhammadiyah 1 Tumpang, dan SD Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Kegiatan yang telah dilaksanakan tim ini meliputi asesmen kebutuhan guru, audit sarana prasarana sekolah, pengadaan alat operasional, serta penyusunan Kurikulum Induk dan Modul Proyek “Kompos untuk Bumi”. Mereka juga telah melakukan simulasi praktik pengelolaan sampah dan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pemilahan dan penimbangan sampah. Output yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan keterampilan pemilahan sampah dan numerasi siswa, peningkatan kapasitas guru dalam pembelajaran Eco-STEM, serta terbangunnya sistem pengelolaan sampah sekolah berbasis data (melalui purwarupa dashboard) yang siap direplikasi dan diadopsi.

Sementara itu, program kedua dikomandoi oleh Dr. Ir. Nugroho Tri Waskitho, MP., dengan fokus “Model Peningkatan Penyerapan Karbon di Kabupaten Malang”. Inisiatif reboisasi ini menyasar kawasan Desa Sumberejo dan Desa Tambakrejo, dengan menggandeng DLH Kabupaten Malang, Pokmas Gundul Joyo, dan Lembaga Masyarakat Konservasi Bhakti Alam Sendang Biru.

Berbagai kegiatan telah dieksekusi oleh tim ini, di antaranya analisis kondisi awal (baseline) tutupan lahan menggunakan pemetaan udara berbasis drone, pengukuran biomassa atau vegetasi, survei sosio-ekonomi, serta sekolah lapang dan penyuluhan kepada masyarakat. Dari serangkaian kegiatan tersebut, output yang ditargetkan adalah ketersediaan peta digital beresolusi tinggi (Orthomosaic dan DEM), purwarupa database pemantauan karbon berbasis web, model tata kelola konservasi partisipatif, serta draf Policy Brief untuk rekomendasi kebijakan pemerintah daerah.

Sebagai penutup, Iis menambahkan tahapan ini merupakan persiapan penting sebelum menghadapi monev eksternal dari LPDP pusat guna memastikan seluruh target program tercapai dengan maksimal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *