Berita  

Mujahadah Kubro, Menjadi Momentum 1 Abad NU dan 100 Tahun Stadion Gajayana Malang

oplus_131072

Pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama pada Minggu, (8/2/2026) di Stadion Gajayana yang juga genap berusia 100 tahun, beriringan dengan perjalanan satu abad NU.

 

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyampaikan pemilihan Stadion Gajayana memiliki makna simbolik sebagai ruang sejarah yang turut merekam perjalanan bangsa dan tradisi keagamaan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa NU senantiasa menjaga tradisi adat istiadat yang diwariskan kepada para pendiri organisasi.

 

” Pagi ini, Stadion Gajayana, stadion pertama di Indonesia yang tahun ini juga berusia 100 tahun, ikut menjadi saksi bahwa kita senantiasa menjaga tradisi yang diwariskan para pendiri Nahdlatul Ulama “, ujar KH Abdul Hakim Mahfudz.

 

KH Abdul Hakim Mahfudz menambahkan,bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual keagamaan, tetapi juga sebagai komitmen NU dalam menjaga persatuan, persaudaraan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Mujahadah Kubro secara langsung dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, jajaran pimpinan PBNU, pemerintah pusat dan daerah, serta puluhan ribu warga Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Indonesia.

 

Presiden Prabowo Subianto menuturkan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki peran historis dan strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia menyebut NU sebagai pilar kebesaran bangsa yang selalu hadir ketika negara menghadapi ancaman.

 

” Seratus tahun kiprah Nahdlatul Ulama telah membuktikan bahwa NU adalah pilar kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU selalu tampil untuk menyelamatkan,” tegas Presiden Prabowo.

 

Lanjutnya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Ia menegaskan bahwa kemakmuran nasional tidak mungkin terwujud tanpa perdamaian dan kekompakan para pemimpin.

 

Rangkaian puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama ini menjadi momentum spiritual sekaligus refleksi sejarah, yang menegaskan peran NU dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta kedamaian, serta menjadi kontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *