INDIKATOR- Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan ucapkan selamat atas peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini, Kamis (01/06/2023).
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan H.M. Sudiono Fauzan. S.Ag., MM, bersama 3 Wakil Ketua DPRD Pasuruan H. Mochammad Rusdi Sutejo, Andri Wahyudi. A.Md dan Rias Yudikari Drastika. SH, mewakili seluruh Anggota DPRD Pasuruan mengucapkan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila ini.
Penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia.
Mengartikan Pancasila, Kisah Almarhum Gus Dur Mejahili Wartawan
Arti penting Pancasila bagi Indonesia ini ditegaskan oleh Presiden keempat RI, yang juga seorang ulama terpandang, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Suatu ketika Gus Dur ditanya oleh seorang wartawan tentang pandangan Islam tentang Pancasila. Tak langsung mejawab, Gus Dur kemudian balik bertanya kepada si wartawan jawaban versi mana yang dia ingin ketahui, Nadhlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah.
“Gus, bagaimana pandangan Islam tentang Indonesia yang memilih bentuk negara Pancasila, bukan negara Islam?” tanya seorang wartawan.
“Menurut siapa dulu, NU atau Muhammadiyah?” tanya Gus Dur kepada wartawan.
“NU deh Gus,” kata wartawan.
“Hukumnya boleh. Karena bentuk negara itu hanya wasilah, perantara. Bukan ghayah, tujuan.” Jawab Gus Dur.
“Kalau menurut Muhammadiyah?” tanya wartawan.
“Sama,” jawab Gus Dur singkat.
Wartawan melanjutkan pertanyaan berikutnya, “Kalau melawan Pancasila, boleh tidak Gus? Kan bukan Alquran?”
“Menurut NU atau Muhammadiyah?” jawab Gus Dur.
“Muhammadiyah, coba,” kata wartawan.
“Tidak boleh. Pancasila itu bagian dari kesepakatan, perjanjian. Islam mengecam keras perusak janji,” jawab Gus Dur.
“Kalau menurut NU?” kata wartawan.
“Sama,” jawab Gus Dur.
Jelas saja jawaban Gus Dur membuat para wartawan merasa dikerjain oleh Presiden ke-4 RI itu. Lantaran jawaban versi NU dan Muhammadiyah selalu sama.












