Surabaya,IndikatorIndonesian.co.idHotel tidak hanya menjadi tempat menginap yang nyaman untuk para wisatawan, tapi sekaligus menawarkan pengalaman wisata atau bisnis yang berkesan. Tetapi ia juga merupakan wadah untuk meningkatkan perekonomian warga lokal. sebuah hotel heritage yang memadukan keanggunan masa lalu dengan kenyamanan masa kini, sekaligus menjadi penanda transformasi budaya di kawasan kota tua Surabaya.Setiap hotel memiliki keunikan yang berbeda seperti kokoon Hotel yang terletak di Jalan Slompretan No. 26
Namun, di balik semua keunikan itu, hotel-hotel di Kota Pahlawan bisa menjadi tempat untuk meningkatkan perekonomian warga lokal. Ya, mereka menyediakan spot bagi pengusaha UMKM untuk mendisplay dan menjajakan produknya.
Di Kokoon Hotel, telah berdiri UMKM Corner di lobi. Ia menjual berbagai produk lokal. Seperti gantungan kunci Surabaya, kaos Surabaya, pouch batik, tumblr, magnet kulkas, pakaian eco-printing zero waste, dan kerajinan daur ulang.
“Untuk pakaian di UMKM Corner, kami kerjasama dengan beberapa vendor. Rotasi tiap bulan,” terang Hotel Manager Wiwied A Widyastuti
Lebih lanjut Wiwied menceritakan sejarah berdirinya Kokoon Hotel Surabaya “kokoon Hotel Surabaya Bangunan utama hotel ini diketahui berdiri sejak era kolonial Belanda pada 1920-an, yang awalnya berfungsi sebagai pabrik korek kayu dan kantor dagang milik NV Handel M’J Hwat Goan — perusahaan perdagangan yang kemudian menjadi bagian dari PT Dwi Satrya Utama. Struktur aslinya tetap dipertahankan dan kini menjadi bagian utama hotel, seperti area lobi, restoran, dan koridor heritage”jelasnya kepada awak Media
Setelah melalui proses restorasi dan pembangunan tambahan di bagian belakang pada era 1980-an, hotel ini resmi dibuka untuk publik dengan konsep baru pada 3 Mei 2018, mengusung nama “Kokoon” yang diambil dari kata cocoon, menggambarkan metamorfosis dari bangunan tua menjadi destinasi modern yang sarat makna.
Ketika memasuki hotel, ada beberapa barang antik yang mejeng di lobinya.
Ada mesin ketik, telepon rotary, pemutar film, mesin AC, jam dinding, brankas besar yang memperkuat suasana kehidupan di Eropa tempo dulu. Mengingat, Indonesia pada zaman dahulu juga pernah dijajah oleh berbagai bangsa Eropa.
Kokoon Hotel Surabaya memiliki ornamen menarik dan beberapa layanan wisata jelajah sejarah, hotel itu juga berusaha meningkatkan kepedulian terhadap ekonomi masyarakat.

Hotel ini menghadirkan 87 kamar dalam beragam tipe, dari standard hingga suite, dilengkapi dengan fasilitas modern seperti kolam renang, gym, ruang rapat, dan coffee shop. Namun yang membuatnya istimewa adalah sentuhan interior vintage: dari telepon antik, brankas baja puluhan ton, hingga mesin ketik era kolonial—seluruhnya merupakan koleksi asli yang diwarisi pemilik hotel dari generasi sebelumnya.
Pada tahun 2023, Hotel Kokoon meraih penghargaan sebagai Best Tourism Attraction dalam Surabaya Tourism Awards, membuktikan kontribusinya terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata lokal. Tak hanya itu, pada ulang tahunnya yang ke-7 tahun 2025, pihak hotel menggandeng komunitas sejarah “Pernak Pernik Surabaya Lama” menggelar acara “A Journey Through 7ime”, termasuk walking tour sejarah menjelajahi titik-titik ikonik di kawasan Surabaya Utara seperti Kelenteng Sukhaloka, Rumah Abu Han, dan Balai Pengobatan Kong Siauw Hwee Kwan.
Dengan rekam jejak sejarah yang terverifikasi, restorasi yang bertanggung jawab, serta komitmen pada pelestarian budaya lokal, Hotel Kokoon bukan hanya sekadar tempat menginap, melainkan bagian penting dari memori kolektif warga Surabaya—membuktikan bahwa masa lalu bisa hidup berdampingan dengan masa kini.
(Nadya)












