Dukung Swasembada Gula, Ditjen Perkebunan dan Langbuana Sosialisasikan PSN Bongkar Raton 2026 di Malang

Ketua Kelompok Substansi Penerapan dan Pengawasan Mutu Direktorat Jenderal Perkebunan RI, Ratna Sariati, Sedang Memberikan Sosialisasi di Depan Para Tamu Undangan, Kamis (23/07/2026), (Foto: Dokpri).

Malang- Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama CV. Langbuana serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menggelar sosialisasi Program Strategis Nasional (PSN) Bongkar Raton Tebu Tahun 2026 di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa dari 4 Desa dan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Dampit. Sosialisasi juga melibatkan Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA, CV Langbuana, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga perwakilan Pabrik Gula Krebet Malang.

Ketua Kelompok Substansi Penerapan dan Pengawasan Mutu Direktorat Jenderal Perkebunan RI, Ratna Sariati, mengatakan Program Bongkar Raton merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan produktivitas tebu nasional melalui peremajaan tanaman yang sudah tidak lagi optimal.

“Mari kita optimalkan Program Strategis Nasional Bongkar Raton Tahun 2026 guna mencapai swasembada gula nasional sebagaimana yang diinginkan Bapak Presiden,” kata Ratna.

Ratna menjelaskan, program tersebut bersifat stimulan sehingga diharapkan mampu mendorong petani melakukan peremajaan tanaman tebu yang selama ini belum dilakukan.

Menurutnya, masih banyak kebun tebu di Kabupaten Malang yang berusia lebih dari 20 tahun sehingga produktivitasnya terus menurun.

“Untuk menghasilkan gula yang berkualitas harus didukung dengan produksi tebu yang bermutu. Karena itu peremajaan tanaman menjadi sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Kabupaten Malang, Budi Widodo, meminta petani segera mendaftarkan diri sebagai calon penerima manfaat Program Bongkar Raton Tahun 2026.

Ia mengingatkan proses registrasi tidak berlangsung lama karena akan ditutup pada September 2026.

“Kami mengimbau kepada petani yang ingin menjadi penerima manfaat agar segera mendaftarkan diri mengingat proses registrasi Program Bongkar Raton Tahun 2026 akan ditutup pada September 2026,” terang Budi.

Budi mengatakan petani dapat memperoleh informasi maupun melakukan pendaftaran melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) DTPHP Kabupaten Malang atau berkoordinasi dengan CV Langbuana sebagai penyedia bibit.

Pantauan di lokasi, peserta tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Sejumlah petani dan pengurus Gapoktan memanfaatkan sesi diskusi untuk menanyakan persyaratan, mekanisme pendaftaran, hingga teknis pelaksanaan program.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kelompok Substansi Penerapan dan Pengawasan Mutu Ditjen Perkebunan RI Ratna Sariati, Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Kabupaten Malang Budi Widodo, PIC CV Langbuana Malang Imam Syafi’ik, Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Malang Damanhury Jab, para PPL Kecamatan Dampit, perwakilan Pabrik Gula Krebet Malang, serta kepala desa dan Ketua Gapoktan se-Kecamatan Dampit.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *