INDIKATOR – Sejumlah lebih dari 112 peserta Training Center (TC) Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan diberangkatkan dan bekerja di sederet bidang di Jepang, Senin (06/02/2023).
Pemberangkatan ini dilaksanakan setelah para peserta TC Vokasi UMM melewati proses persiapan, baik dari segi bahasa maupun mematangkan skill. Apalagi para peserta TC memang diharuskan hidup di asrama selama 24 jam sehari untuk mengikuti persiapan intensif.
Menariknya, mereka bahkan mampu lulus dalam waktu enam bulan, padahal targetnya adalah dua belas bulan.
Baca Juga : Pecahkan Rekor Muri, PCNU Kota Batu Peringati Satu Abad Bentangkan Bendera NU Raksasa di Gunung Panderman
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T, dalam pelepasan peserta program kerja UMM ke Jepang yang bertempat di Basemen Dome UMM, Senin (06/02) mengatakan, UMM berhasil menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui berbagai cara. Salah satunya lewat training center (TC) Vokasi UMM yang mengantarkan anak-anak muda berkarya di Jepang.
Dalam kesempatan ini, Wahid yang turut memberikan kuliah tamu kepada para peserta yang akan berangkat menuturkan, Indonesia akan menghadapi sederet tantangan dunia yang mau tidak mau harus dikalahkan. Terutama di era yang menuntut kita untuk berinovasi seiring perkembangan zaman.
“Pun dengan era globalisasi yang menuntut standar kerja berskala global. Diiringi dengan media sosial yang membuat kita harus peka akan keadaan masyasrakat. Tantangan lainnya adalah era gig economy yang di dalamnya anak-anak milenial akan menjadi pekerja temporer,” jelasnya.
Baca Juga : Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Malang Makin Melonjak
Kendati demikian, apresiasi diberikan oleh Wahid kepada tim Voksi UMM yang sangat bagus untuk menyiapkan SDM unggul sebagai modal kemajuan bangsa melalui beragam program. Dirinya berharap anak-anak muda bisa mengembangkan potensi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
“Selamat dan sukses saya ucapkan. Semoga saudara mnejadi kebanggaan orang tua dan juga bangsa,” harapnya.
Di sisi lain, President Director PT OS Selnajaya Jakarta Satoshi Miyajima, mengapresiasi kerjasama yang dibangun bersama UMM. Sekalipun berada di situasi pandemi pada 2019-2020 lalu, Kampus Putih tidak pernah berhenti untuk berupaya menyiapkan dan mengirimkan tenaga kerja ke negeri sakura.
Satoshi juga berpesan kepada peserta yang berangkat untuk bekerja dengan baik dan tekun. Mengingat budaya Jepang yang dikenal sangat disiplin dan tepat waktu maupun dengan sikap cepat belajar yang tentunya akan memudahkan mereka hidup di sana.
“Kalian adalah perwakilan Indonesia, UMM, dan juga OS Selnajaya. Maka, ketika saudara-saudara bekerja dengan baik, image serta kesan tenaga kerja Indonesia juga akan dinilai bagus,” pesannya.
Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan, program ini merupakan tekad UMM untuk berkontribusi atas persoalan yang ada. Khususnya dalam persoalan ketenagakerjaan.
“Para peserta di TC ini bukan hanya dari UMM, tapi juga ada dari perguruan tinggi lain. Ada yang dari Jakarta, Jawa Tengah, dan lainnya. Ini menjadi bukti bahwa UMM berkontribusi bukan hanya untuk UMM saja, tapi juga untuk memajukan bangsa Indonesia,” kata Rektor kelahiran Kediri ini.
Baca Juga : Bantaran Sungai Brantas Kawasan Tongkrongan Idaman Muda-Mudi
Fauzan juga menyatakan, dalam menangani masalah masyarakat, tentu pihaknya menggunakan pendekatan pendidikan. Ada dua cara yang dijalankan yakni jalur reguler yang berdasarkan studi di kampus dan jalur training yang bisa menyasar pihak-pihak membutuhkan.
“Kami ingin menyasar mereka yang putus sekolah atau menganggur. Mengajak mereka untuk ikut dalam training yang tersedia di puluhan Center of Excellence kami. Dengan begitu, angka penganggguran dan kemiskinan bsia lebih ditekan,” pungkasnya.
Perlu diketahui, periode ini dalam pemberangkatan kali ini akan mengisi slot di 29 perusahaan yang berlokasi di 17 prefektur Jepang. Vokasi UMM dan tim TC juga menargetkan semua prefektur bisa ditempati sebagai wadah berkarya para peserta di tahun mendatang yaitu sebanyak 47 prefektur atau provinsi yang ada di Jepang.










