Maluku – Mahasiswa Universitas Khairun Ternate bersama peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 (PMM2) awali tahun baru 2023 dengan melakukan penanaman bibit mangrove di Sidangoli, Desa Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kamis (12/01/2023).
Penanaman bibit mangrov yang dilakukan di sepanjang bibir pantai Sidangoli, Desa Dehe ini merupakan wujud kepedulian Mahasiswa terhadap lingkungan dan juga sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat.
Kegiatan penanaman bibit mangrove ini melibatkan berbagai kalangan yakni aparatur desa, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas dan pemuda setempat.
Modul Nusantara adalah salah satu kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM2) yang didalamnya terdiri atas kebinekaan, refleksi, inpirasi dan kontribusi sosial. Kegiatan akhir kontribusi sosial adalah penanaman 150 bibit mangrove di Desa Sidangoli Dehe yg melibatkan 25 mahasiswa PMM Unkhair, dosen pendamping dan mhwa LO (liason officer) serta masyarakat Sidangoli Dehe yang terdidi dari pihak camat, pihak desa, Babinsa, dan pemuda karang taruna.
Kordinator sekaligus Ketua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Khairun Ternate Naniek Jusnita, mengatakan Pembibitan mangrov sejumlah 150 pohon ini merupakan Kerja Sama Bapedas Ake Malamo, Kades Sidangoli Dehe, Universitas Khairun dan seluruh Pihak yang terlibat bertujuan mencegah abrasi di bibir pantai.
“Terkait program nusantara kami yaitu kontribusi sosial dalam penanaman bibit mangrove, terbagi dalam dua tim enam orang melalui jalur speed boat dan didampingi oleh 5 orang satu diantaranya adalah dosen lingkungan Universitas Khairun ternate sebab harus mengambil bibit di Sofifi dan satu tim lainnya langsung menuju kelokasi kegiatan,” kata Naniek.
Nanik menyampaikan, kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar lantaran pihaknya mendapatkan pendampingan massif sejak survei awal hingga penanaman mangrove ini dari Ima.
“Biarpun ada sedikit drama saat perjalanan menuju Sofifi, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. awalnya kita mengusulkan 100 bibit mangrove. Namun, pasca kordinasi dengan pihak Bapedas melalui Arifin, pihak Bapedas menawarkan jumlah bibit bantuan menjadi 1000 bibit. sehingga penanaman 100 bibit mangrove berubah jadi 1000 mangrove dan kegiatan ini berlangsung dengan lancar,”katanya.
Konstribusi sosial ini kata Nanik, merupakan kegiatan terahir PMM2 karena pada (22/01) mendatang, para hasiswa akan dikembalikan ke perguruan tinggi asal mereka.
Sementara itu, Dosen Lingkungan Universitas Khairun ternate Ima menambahkan, sebagai konsultan bidang lingkungan telah memaparkan mekanisme penanaman perbandingan luas area dengan ketersediaan bibit tidak berbanding lurus sehingga mungkin saja dengan cuaca seperti saat ini mekanismenya menanamnya hanya simple saja.
“Harapan kami kepada seluruh masyarakat terpentingnya kepada unsur struktural (pejabat lingkungan) ini, mari menjaga pantai sehingga tidak terjadi abrasi pantai dan tujuan dari penanaman bibit ini adalah salahsatu upaya untuk menjaga kondisi pantai dari ombak, terkadang hanya dengan beberapa hempasan ombak saja terjadi abrasi olehnya itu dengan penanaman mangrov ini sebagai bentuk dari upaya mempertahankan kondisi pnatai,”imbuhnua.
Dirinya berharap masyarakat segera memiliki kesadaran untuk tidak menjama lokasi penanaman dalam arti tidak menginjak dan membuang sampah yang natinya mengancam keberlangsungan hidup dari mangrovw yang telah ditanam. Kiranya kawasan ini dapat menjadi objek edukasi mengingat wilayah tersebut memiliki spot-spot eksotis tertentu yang perlu di konserfasi.
Kades Sidangoli Dehe pada sambutannya menghaturkan terimakasih serta sangat bersyukur dengan kedatang tim dari wilayah yang jauh serta berterimakasih kepada Universitas Khairun karena menjadikan Sidangoli Dehe sabagai lokasi penanaman bibit mangrove.
“Semoga kedepannya, Sidangoli juga mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Daerah sehingga dapat menjadi desa destinasi wisaya. Kami siap untuk melayani dan kami merasa bangga atas kehadiran teman-teman mahasiswa juga dari Universitas Khairun. Kalau boleh, setiap tahun kami siap menjadi Desa rekanan,”tutur kades ini di akhir sambutannya.












