Pemerintah Desa Blang Merang Gelar Perlombaan Literasi Seni dan Budaya untuk Pemuda Desa

Foto: Ketua Panitia Moh. Sidiq Ismail di dampingi Ridwan A.Djou Selaku Sekretaris Sedang Memimpin Rapat Panitia, Selasa.(25/02/2025).

INDIKATOR – Di era digital yang semakin maju, informasi menjadi hal penting yang dapat mengarahkan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik. Akses informasi yang inklusif dan merata diyakini sebagai kunci untuk membangun masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan. Dalam hal ini, peran perpustakaan sebagai gerbang pengetahuan sangat vital, Selasa (25/02/2025).

Menurut Kepala Desa Blang Merang, Abdul Rasyid Mangkop, perpustakaan harus mampu mencerminkan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

“Perpustakaan kini bukan hanya gudang buku, tetapi juga pusat belajar dan kegiatan inklusif yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemuda, Pemerintah Desa Blang Merang berinisiatif menggelar perlombaan literasi seni dan budaya. Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan literasi di kalangan masyarakat, serta mendukung program Merdeka Belajar.

Pada Selasa, 25 Februari 2025, telah diadakan rapat lanjutan antara pemerintah desa dan panitia pelaksana di Balai Pertemuan Desa Blang Merang. Dalam rapat tersebut, beberapa kategori lomba yang akan diadakan telah disepakati, antara lain:

Untuk TK/PAUD: Mewarnai gambar dan menyanyi solo.

Untuk SD/MI: Pidato, puisi, tari kreasi, dan cerdas cermat.

Untuk SMP/MTS: Pidato, tari kreasi, solo, dan drama.

Untuk SMA/MAN: Fashion show, solo, presentasi pariwisata, karya tulis ilmiah, dan tari kreasi.

Untuk RT/RW: Dani dana, lego-lego, cerita rakyat, dan menu lokal.

Kepala Desa Abdul Rasyid Mangkop menekankan pentingnya partisipasi seluruh pihak dalam mendukung kegiatan ini.

“Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri. Tanpa dukungan dari para pemuda dan elemen masyarakat, kegiatan seperti ini tidak akan terwujud,” katanya.

Literasi seni dan budaya bukan hanya soal menghafal sejarah atau nama-nama tokoh terkenal, tetapi lebih kepada pemahaman dan penghargaan terhadap warisan budaya Indonesia.

“Melalui literasi seni budaya, kita tidak hanya mengenal karya seni, tetapi juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.

Abdul Rasyid menambahkan bahwa literasi seni budaya juga berpotensi untuk mengembangkan industri kreatif di Indonesia.

“Dengan memahami seni budaya, kita dapat menciptakan karya baru yang terinspirasi oleh tradisi dan seni yang ada,” ujarnya.

Indonesia, dengan keberagaman suku, bahasa, budaya, dan adat istiadatnya, harus terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada, termasuk yang ada di Desa Blang Merang.

“Keberagaman budaya ini harus terus dipertahankan, terutama di tengah arus globalisasi yang semakin pesat,” pungkasnya.

Perlombaan ini akan dibuka pada momentum Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei mendatang. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *