Tekan Angka Stunting di NTT, Gubernur Minta Kades Lakukan Tes Sperma

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat sendang menyampaikan sambutan, Minggu (16/04/2023), (Foto: IST).

INDIKATOR – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menggelar kunjungan ke Puskesmas Weoe di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Jumat (14/04/2023).

Dalam kunjungan ini, Gubernur Viktor Laiskodat menyinggung persoalan stunting. Menurutnya, stunting adalah masalah nasional dan perlu ditangani secara serius.

Salah satu upaya untuk mencegah stunting sebagaimana yang dikutip dari tribun news, wajib mengkonsumsi daun kelor atau marungga.

Menurut Viktor, pria yang mengkonsumsi daun kelor berdampak pada kualitas spermanya bagus dan kuat.

“Kalau pria konsumsi kelor dengan rutin maka bisa dipastikan kualitas spermanya bagus dan kuat,” ucap Gubernur Viktor Laiskodat.

Ia menegaskan bahwa kalau para pria benar-benar memperhatikan sarannya maka upaya untuk melakukan pencegahan stunting dengan mudah.

“Para pria memiliki kewajiban untuk menjaga kualitas spermanya dengan baik supaya kuat. Karena tidak menjaganya dengan baik imbasnya pada keturunannya, stunting,” kata Gubernur Viktor Laiskodat.

Untuk menjadi contoh, Gubernur meminta agar para Kepala Desa di Malaka untuk harus lebih dahulu dilakukan tes spermanya.

“Ia para kades harus tes sepermanya setelah itu diberi makan daun kelor atau marungga selama tiga bulan. Dan setelah makan daun kelor atau marungga tiga bulan lalu tes lagi spermanya. Kalau spermanya bagus yang jelas keturunannya bagus dan kalau hasil spermanya tidak bagus yang jelas keturunannya stunting,” paparnya.

Gubernur Viktor Laiskodat juga mengatakan, hal ini wajib diketahui para isteri atau perempuan yang belum berkeluarga supaya memiliki keturunan yang berkualitas bagus.

“Jangan biarkan para suami untuk konsumsi alkohol atau merokok karena berpengaruh pada kualitas spermanya. Ini kita bicara ilmu pengetahuan bukan bicara porno,” tambahnya.

Gubernur Viktor Laiskodat mengatakan, konsumsi daun kelor atau marungga inipun tidak hanya untuk orang dewas tapi juga untuk para anak-anak.

“Kalau konsumsi kelor atau marungga bisa dipastikan anak-anak memiliki kualitas otak yang baik dan berkembang. Karena semangkuk daun kelor atau marungga itu setara dengan susu lima gelas atau setara dengan udang satu keranjang,” tandas Gubernur Viktor Laiskodat.

Hadir pula Bupati Malaka Simon Nahak, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat Kabupaten Malaka, para kepala desa dan sejumlah pejabat Pemprov NTT. (nbs/IND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *