Jalan Rusak Dibiarkan, Wali Kota Bungkam: Ada Apa di Balik ‘Perangkap’ Aspal Kota Batu?

Kondisi Jalan Bergelombang di Jalan Suropati, Kelurahan Pesanggrahan Kota Batu, Kamis (26/03/2026), Foto (istimewa).

BATU – Sikap bungkam ditunjukkan Wali Kota Batu, Nurrohman, saat dikonfirmasi awak media terkait kondisi jalan rusak yang tersebar di sejumlah titik strategis Kota Batu, khususnya menjelang dan selama arus libur Hari Raya Idul Fitri, Kamis (26/03/2026).

Hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan. Diamnya kepala daerah ini justru memicu tanda tanya besar di tengah meningkatnya keluhan masyarakat.

Berdasarkan penelusuran lapangan, kerusakan jalan terpantau cukup parah di wilayah Kecamatan Junrejo. Tidak hanya berlubang, sejumlah ruas juga mengalami deformasi atau bergelombang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Temuan terbaru juga mengarah pada Jalan Suropati, Kelurahan Pesanggrahan salah satu jalur vital yang kerap dilalui wisatawan. Kondisi jalan di lokasi tersebut dilaporkan mengalami kerusakan serius dengan permukaan aspal yang tidak rata dan cenderung “menjebak” pengendara.

Sejumlah warga mengaku resah. Anto, salah satu pengguna jalan, mengungkapkan kekhawatirannya saat melintas di kawasan tersebut.

“Saya sering kaget kalau lewat situ, Mas. Dari jauh kelihatannya normal, tapi tiba-tiba motor seperti melompat. Banyak jendulan, sangat berbahaya,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang menyebut kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan tersebar di berbagai ruas jalan Kota Batu. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan respons cepat dari Pemerintah Kota.

Situasi ini memunculkan pertanyaan kritis: mengapa kerusakan jalan yang jelas membahayakan justru terkesan dibiarkan? Apakah ini bentuk kelalaian, atau ada persoalan lain di balik lambannya penanganan infrastruktur?

Sorotan publik semakin tajam mengingat sejumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebelumnya, termasuk insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan bus dan menelan korban. Muncul dugaan adanya pembiaran sistemik terhadap kondisi jalan yang tidak layak, meski hal ini masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

Hingga kini, masyarakat hanya berharap ada langkah konkret dan transparan dari Pemerintah Kota Batu untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan, sebelum jatuh korban berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *