Diduga Habis Main Tak Punya Uang, Seorang PSK di Malang Nyaris Meregang Nyawa di Tangan Pelanggan

Diduga pelaku penganiayaan PSK di Kota Malang, (Foto: Screenshoot Video/IST)

INDIKATOR – Seorang Pekerja S**s Komersial (PSK) di Kota Malang berinisial (AI) diduga menjadi korban penganiayaan hingga nyaris tewas di tangan salahsatu tamunya, Sabtu (11/03/2023).

Kejadian yang sempat diabadikan dalam bentuk video dengan durasi 12 detik ini berlokasi di penginapan yang terletak di Jl. Candi Bajang Ratu, Kelurahan Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang pada sekitar pukul 21.30 WIB.

Salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya mengaku mengetahui hal ini pasca mendengar teriakan minta tolong dari Korban yang saat itu telah berlumuran darah.

“Tiba-tiba ada teriakan dari mbaknya, sembari buka pintu kamar. Jadi saya secara reflek ngambil gagang sapu, sementara rekan yang satu ngambil kursi,” katanya.

Pelaku diduga melakukan tindakan ini karena tidak mau bayar setelah ngamar bersama korban.

“Biasanya kan bayar dulu baru masuk, kalau pelaku ini nggak pak. Setelah main sekali, pelaku minta main tambah lagi sekali (2 kali) tapi karena korban meminta bayar dulu akhirnya pelaku melakukan tindakan kekerasan ini,” turur pria ini.

Saat ditanya terkait penyebab terjadinya pendarahan di kepala Korban saksi ini menerangkan, diduga akibat kepala korban yang dibentur oleh terduga pelaku.

“Kepalanya dibentur ke tembok sampai berdasarkan pengakuan korban, dirinya sempat dicekik dengan bantal hingga baru dilepas ketika korban berpura-pura pingsan,” terangnya.

Awalnya ketika recepcionist dimintai untuk memeriksa isi dompet pelaku, namun isi Dompetnya hanya ada cuma 20 ribu.

Pasca kejadian ini, dalam pantauam media pelaku sempat digiring ke Polresta Malang Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Korban IA yang beberapa kali mengalami benturan keras di kepalanya sempat mengalami mual dan muntah yang cukup intens hingga dilarikan ke RSA Syaiful Anwar guna melakukan pemeriksaan.

Hingga berita ini tayang, media masih berupaya melakukan konfirmasi ke Satreskrim Polresta Malang Kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *