JAKARTA – Kinerja ekspor dan investasi menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2025 yang menembus 5,04%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat kenaikan ekspor mencapai 9,91%, sementara impor tumbuh lebih rendah sehingga net ekspor ikut menguat.
“Ekspor meningkat tajam, sementara impor lebih terkendali. Ini sangat membantu memperkuat ekonomi kita,” ujar Purbaya, Kamis (20/11).
Investasi juga menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan 5,04%, mencerminkan optimisme pelaku usaha di tengah kondisi global yang tak menentu. Konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang terbesar PDB turut tumbuh solid 4,89%.
Mayoritas sektor ekonomi melaju positif. Teknologi informasi tumbuh 9,65%, transportasi 8,62%, manufaktur 5,54%, dan perdagangan 5,49%. Sektor pertanian ikut terangkat hingga 4,93% didorong program prioritas pangan.
“Ini menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia merata, dari permintaan domestik hingga global,” kata Purbaya.
Pemerintah memastikan sinergi kebijakan fiskal-moneter terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan di triwulan berikutnya.










